kalian akan terkejut jika membangun rumah di papua karena Ongkos Konstruksi di Papua Rp 19 Juta Per Meter Persegi

membangun rumah di papua

Team info
DescriptionBupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, mengungkapkan, ongkos konstruksi di wilayahnya bisa mencapai Rp 19 juta per meter persegi. Ini dipicu mahalnya harga barang dan material bangunan akibat minimnya akses dan jalur distribusi. "Harga semen sekitar Rp 2,5 juta per zak, harga paku, dan kayu tiga kali lipat dibanding harga di daerah lain.Tingginya harga material ini disebabkan biaya angkut yang mahal, karena harga bahan bakar minyak premium (BBM) Rp 60.000 per liter, dan solar Rp 50.000 per liter, Tak mengherankan jika pembangunan perumahan yang dapat direalisasikan sangat terbatas. Tahun lalu, kata Natalis, jumlah rumah yang terbangun hanya 50 unit dengan tipe 36 meter persegi. Sementara kebutuhan mencapai 2.500 unit per tahun. Ada pun angka backlog sudah menembus angka 40.000 unit. harga besi baja harga besi h beam harga besi baja harga besi wf harga besi beton harga besi cnp harga besi unp harga besi siku "Bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Papua sangat tidak realistis. Tidak cukup untuk membangun rumah tipe 36 dengan harga Rp 300 juta. Ongkos produksinya saja sudah tinggi. Padahal kami tidak ada masalah dalam ketersediaan lahan. Kendalanya ada pada biaya, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp 5 miliar," imbuh Natalis. Kendala tingginya ongkos konstruksi tidak hanya terjadi di Kabupaten Intan Jaya, juga hampir di sebagian besar kawasan Papua lainnya. Menurut Direktur Utama PT Rajawali Papua Mandiri, Albert Tasidjawa, di Jayapura, Wamena, Timika, Merauke, dan terutama di pegunungan tengah, tingginya ongkos konstruksi sangat memberatkan kontraktor. "Itu belum bicara social cost yang justru lebih mahal ketimbang ongkos konstruksinya sendiri. Misalnya saya mau bangun jembatan dan normalisasi sungai di Timika. Nilai proyek hanya Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar, tapi karena ada kendala non-teknis, biaya membengkak tiga kali lipat," tutur Albert. Kendala non-teknis yang mendongkrak ongkos sosial lebih tinggi adalah klaim tanah ulayat, dan juga mekansme sosial tradisional yang masih berlaku di Papua. Selain juga masalah sosial lainnya seperti keamanan. "Oleh karena itu, kami berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan infrastruktur dasar jalan dan jembatan agar biaya transportasi dan angkut barang tidak melebihi nilai proyek. Selain jalan, pemerintah harus segera memikirkan untuk membangun rel kereta supaya lebih cepat dan efektif
Web sitehttp://www.pusatbesibajamurah.com
Total credit0
Recent average credit0
Cross-project statsBOINCstats.com
SETIBZH
Free-DC
CountryArgentina
TypeCompany
Members
Founder ijal
New members in last day0
Total members0 (view)
Active members0 (view)
Members with credit0 (view)


Main page · Your account · Message boards


Copyright © 2019 BOINC@Poland | Open Science for the future
Generated 18 Mar 2019 | 14:39:37 UTC